Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Hai kalian😊

Hai kalian teman-teman baikku.. apa kabar? Aku selalu ingin kalian sehat. Kabari kalau kenapanapa ya, jangan buat aku cemas. Kalian tahu tidak, teman kalian ini sedang rindu loh.. rindu dengan kalian. Teman kalian yang terlihat mudah mendapatkan teman baru ini, yang terlihat mandiri ini, yang menyebalkan ini, justru benar-benar rindu kepada kalian. Aku sering ingin pulang.. kalian tahu tidak kenapa? Bukan karena ibu atau keluargaku. Ibu ku sering mengunjungiku ke sana, di sana pun aku bersama keluargaku, dan keluarga yang lain pun sering kesana. Seharusnya aku tidak perlu repot-repot berfikir untuk pulang. Yaa beberapa kali aku pulang memang dengan alasan aku rindu dengan tanah kota ini. Walau ini hanya kota pemukiman, bukan kota wisata, tak ada udara sejuk apalagi gunung ataupun pantai. Tapi di kota ini aku lahir. Aku sudah tahu sifat dan seluk beluk kota ini. Aku sudah paham bagaimana mengatasi kota ini. Aku butuh udara kota kelahiranku ini untuk beristirahat sejenak, untuk kembali k...

Doa

Kalian mencintai seseorang? Tapi kalian tidak memilikinya? Berarti kalian belum mencintainya. Hari ini aku menemukan satu lagi makna dari mencintai. Bahwa jika kalian mencintai otomatis kalian memiliki. Tidak ada kata tidak memiliki saat kalian benar-benar mencintai. Mencintai dan memiliki adalah dua hal yang berbeda. Saat kalian benar-benar mencintai, kalian benar-benar memiliki. Kalian benar-benar memiliki cinta. Benar-benar memiliki doa. Benar-benar memiliki dirinya secara utuh, lebih dari sekedar memiliki fisiknya. Kalian mencintai, namun kalian lupa kekuatan besar daripada sekedar memberi wujud nyata. Kalian lupa bahwa ada pemberian dalam wujud tak kasat mata yang jauh lebih berharga dibanding pemberian yang terlihat, terdengar, ataupun terasa. Pemberian yang langsung masuk ke dalam hatinya. Pemberian yang tulus. Pemberian yang tak ada tandingannya. Itu yang kita sebut dengan doa. Kalian bilang sabar dan bodoh bedanya hanya setipis benang. Tapi tak ada doa yang bodoh. Tak ada ...

18082016

Hari ini tidak sama seperti tahun lalu, atau dua tahun lalu. Hari ini aku sendiri. Tidak dengan orang yang sama. Atau tidak juga dengan orang yang berbeda. Aku dengan hidupku. Tapi ternyata masih ada yang sama. Perasaan ini masih sama, seperti satu tahun lalu dan juga dua tahun lalu ditanggal ini. Aku bahagia. Aku juga tidak menyangka. Aku belum pernah menyayangi atau mungkin mencintai seorang laki-laki sampai tahunan. Sampai dua tahun. Aku tak mengerti ada apa ini. Tapi nyatanya aku masih sama. Kalau dulu kamu pernah tanya sisa berapa rasa ku ini padamu dan aku jawab masih sama, maka hari inipun begitu. Masih sama. Entahlah. Padahal perasaan ini hanya terus dan terus menyakitiku karena kamu, kamu sudah lama pergi. Namun aku, hatiku, lebih meemilih tetap sakit daripada bahagia bersama orang lain. Bodoh memang. Namun rasanya disakiti olehmu lebih menyenangkan daripada bahagia bersama orang lain yang tak ku cintai. Ini bukan teori yang aku buat. Ini alami mengalir begitu saja. Kalau bole...

.

Jelaskan padaku satu hal, bagaimana cara paling ampuh menghalau rindu?

02:48

Aku tak tahu mana yang lebih baik, tahu tentangmu atau tidak. tahu kabarmu atau tidak. aku tak tahu kenapa bisa sampai seperti ini. mengikat selalu. aku tak tahu kenapa sulit untuk berpindah. gagal selalu. aku sudah menghapus segala egoku. aku sudah menghapus segala inginku. aku sudah membuang jauh-jauh apa yang harus aku buang. aku sudah menerima apa yang aku lihat dan dengar. aku sudah menyangkal segala hal yang berbelakangan dengan apa yang aku lihat dan aku dengar. aku sudah melakukan berbagai cara. aku sudah mencoba dengan banyak orang. aku sudah melakukan berbagai tindakan. aku sudah menghentikan semua yang harus aku hentikan. sampai aku sudah membohongi diriku sendiri. Aku tak tahu apa yang sedang takdir rahasiakan. aku tak tahu bermuara dimana semua ini. Lelah, sudah sejak lama aku lelah seperti ini. Muak, astaga berkali-kali aku muak dengan diriku sendiri. Sedih, sampai bisa diselimuti oleh senyum. Menangis, ini apa selalu meluap setiap penuh airnya. Menyerah, dari keras ke...

Menulis

Banyak orang bilang, aku menjadi penulis saja, setelah mereka membaca tulisan-tulisanku di blog ini. Memang aku senang betul menulis, namun apalah daya kalau aku menulis hanya bermodal kan kejujuran. Aku menulis hanya bermodalkan apa yang aku rasaan. Hanya mengeluarkan isi hati yang ingin dikeluarkan, dengan cara ini, media ini, menulis. Entah harus mulai darimana kalau harus menulis, membuat sebuah karangan, menyusunnya menjadi sebuah cerita, lalu membuat orang-orang yang membacanya terhibur atau bahkan terinspirasi. Atau mungkin aku tak perlu mengarang, karena aku tahu, dan orang-orang disekitarku pun tahu bahwa kisahku sejauh ini cukup untuk dijadikan lembar demi lembar yang akan membuat orang tertarik saat membacanya. Namun apalah daya jika aku sendiri saja tidak tahu harus mulai darimana. Atau harus bagaimana melanjutkannya jika sudah dimulai. Menceritakan sebuah kisah nyata adalah tugas yang berat bagi si penulis. Dimana dia harus bertengkar terlebih dahulu dengan hati dan p...

Yes, I still...

Kalau kamu fikir waktu bisa membuat terbiasa, mungkin benar. Tapi nyatanya tidak berlaku untukku. Hari ini masih sama, semua masih sama. Tentu sudah lebih baik, tidak seburuk lalu. Itupun karena aku tak melihatmu lagi, tak tahu apa-apa tentangmu lagi. Lebih tepatnya tak mau tahu dan sangat menghindari semua tentangmu. Aku tak ingin kembali pada keadaan buruk lagi. Kamu tau? Nyatanya tanpa aku mencari tahu, aku cukup tahu dengan sendirinya. Dan menyangka kah kamu? Aku bahkan sudah terbiasa dengan banyak hal yang membuat ku teringat denganmu. Awalnya aku gerah, kesal, setiap ada yang membuatku teringat kepadamu, apalagi setiap ada hal yang membuatku harus bertemu denganmu atau bahkan tak ada hal tapi tak sengaja bertemu. Namun sekarang aku tersenyum saja saat sedang seperti itu. Aku sudah terbiasa dengan segala kebetulan, oke.. kau tau aku tak percaya kebetulan. Tapi mungkin sekarang aku harus menyebut semua itu kebetulan, supaya tidak berfikir macam-macam. Aku mau cerita sedikit, waktu...

bahagia

setiap orang bisa mendapat kebahagiaan dimana saja. begitupula aku dan kamu. aku tau kamu bisa mendapat kebahagiaan di luar sana. sama.. akupun begitu. aku juga mendapat kebahagiaan dimana-mana, selain dari kamu. tapi aku baru paham, ternyata rasa bahagia itu berbeda-beda. aku baru mengerti ternyata kebahagiaan yang aku dapat dari mana mana berbeda rasanya dari yang aku dapat dari dirimu. entahlah kenapa bisa seperti itu..

Mengalir

Dan malam ini.. aku jujur lagi. Tidak bukan kepadanya. Bukan juga kepada siapapun. Aku jujur lagi. Pada diri sendiri. Aku mengakuinya lagi. Ya.. aku mengakuinya. Aku masih merindukannya. Aku masih bersedih karenanya. Aku sangat takut hari itu terjadi.. hari dimana dia benar-benar akan bersama orang lain. Aku masih berharap takdir berpihak padaku. Aku mencintainya sama, tak ada yang berubah. Bukan.. bukan orang lain. Cuma dia.. hanya dia. Ya aku akui itu. Hal yang aku simpan untuk menjaga hatiku agar tidak kecewa lagi. Kini terbuka kembali. Entah mengapa.. begitu sulit menerima kenyataan. Aku sudah mencoba. Aku sudah berusaha. Aku sudah menutupnya rapat-rapat. Aku sudah mengajari diriku agar terima semuanya. Aku sudah mengajarkan diriku bahwa kebahagiaan ada dimana-mana. Namun tidak... tidak begitu. Ya.. aku sudah tidak seburuk dan semenyedihkan sebelumnya. Tapi aku akui. Aku masih terpukul. Aku masih memikirkannya. Aku masih merasa kehilangan. Aku akui. Diriku yang terdalam.. tak perna...