Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

1. Seorang Malaikat Hadir

            Siang ini cukup panas. Rumah-rumah tampak sepi penghuni. Tentu saja kaerena para penghuni sedang menari-nari dengan kegiatan mereka di luar sana. Ada juga yang di dalam rumah, tapi pasti mereka sedang terlelap. Dipertengahan bulan puasa seperti ini, tidur adalah pilihan paling utama bagi orang-orang yang tidak memiliki kewajiban di luar sana. Dan hal yang cukup melelahkan bagi mereka yang sedang menjalankan kewajibannya.             Lexa merasa beruntung karena sudah libur sekolah, jadi dia tidak perlu menahan teriknya matahari di ruang kelas dengan dongeng-dongeng yang disampaikan oleh guru yang seringkali membawanya ke alam mimpi. Tapi saat di rumah seperti ini justru Lexa tidak ingin ke alam mimpi, tidak bisa, lebih tepatnya. Kehilangan sekitar dua bulan lalu memberi guncangan yang cukup hebat untuk hidup Lexa. Sekarang dia hanya memandang langit-langit k...

Tiga setengah bulan sudah ya borneo

Selamat pagi dari pulau borneo. Pagi ini.. sejuk, oh tidak, lebih tepatnya dingin. Hujan pagi ini. Deras tadi waktu lebih pagi. Sekarang sudah gerimis. Rintik-rintik yang tetap membuat begitu dinginnya borneo bagian batas negeri ini. Beberapa meter ke sana, dari tempat saya duduk, sudah negara orang. Negeri jiran katanya. Sudah tanah orang. Beda aturan, beda segalanya. Beberapa kilometer sekitar, entahlah berisi apa. Orang utan? Babi hutan? Atau bahkan anaconda yang ada di film itu, film anaconda yg dibuat di pulau ini. Apa pulau ini hanya sebagai tempat yang cukup mendukung untuk membuat film tentang ular besar seperti itu, atau memang di sini ada bahkan banyak. Tengok kanan hijau, tengok kiri hijau, belakang dan depan pun hijau. Yah hutan. Di sini juga ada bukit, yang kalau hujan seperti ini biasanya hilang, atau mendung saja akan hilang. Lalu saat cerah muncul lagi. Sulap? Sihir? Iya disulap dan disihir oleh Sang Pencipta. Bukitnya tertutup awan maksud saya, makanya hilang. Nanti so...