02:48
Aku tak tahu mana yang lebih baik, tahu tentangmu atau tidak. tahu kabarmu atau tidak. aku tak tahu kenapa bisa sampai seperti ini. mengikat selalu. aku tak tahu kenapa sulit untuk berpindah. gagal selalu. aku sudah menghapus segala egoku. aku sudah menghapus segala inginku. aku sudah membuang jauh-jauh apa yang harus aku buang. aku sudah menerima apa yang aku lihat dan dengar. aku sudah menyangkal segala hal yang berbelakangan dengan apa yang aku lihat dan aku dengar. aku sudah melakukan berbagai cara. aku sudah mencoba dengan banyak orang. aku sudah melakukan berbagai tindakan. aku sudah menghentikan semua yang harus aku hentikan. sampai aku sudah membohongi diriku sendiri. Aku tak tahu apa yang sedang takdir rahasiakan. aku tak tahu bermuara dimana semua ini.
Lelah, sudah sejak lama aku lelah seperti ini. Muak, astaga berkali-kali aku muak dengan diriku sendiri. Sedih, sampai bisa diselimuti oleh senyum. Menangis, ini apa selalu meluap setiap penuh airnya. Menyerah, dari keras kepala sampai sudah kulambaikan bendera putih besar. Pergi, sudah berputar-putar kemana saja aku selama ini.
Asal kamu tahu, aku tidak mau seperti ini terus. Kamu harus tahu, aku sudah membiarkan waktu mengalir dengan begitu banyak yang terjadi. Sekarangpun aku masih membiarkan waktu menjawab suatu hari nanti. Waktu menjawab apa itu nanti lama kelamaan terbiasa seperti yang kamu katakan. Kamu harus tahu, aku usaha, aku usaha mati-matian agar keluar dari ini, aku usaha banyak hal, aku melakukan banyak hal untuk keluar, keluar dari kamu.
Aku sering berfikir aku telah sampai puncaknya. Aku sering berfikir sepertinya itu hari terakhir, yaa itu hari terakhir aku padamu. Aku sering berfikir, jelas aku sudah membencimu. Nyatanya.. semua masih selalu sama. Nyatanya mungkin aku harus terus membiarkan waktu yang menghapusnya, biarkan waktu yang menjawabnya. Nyatanya aku harus terus usaha, yang mungkin kamu fikir mudah. Oh ya.. aku juga berfikir itu mudah kok. Tapi ternyata kenyataan tidak sama dengan apa yang aku fikirkan.
Teruslah, teruslah dengan apapun yang menurutmu benar. Aku percaya kamu selalu mengambil keputusan dengan matang bukan? Aku percaya jika bukan seperti ini maka mungkin akan lebih buruk lagi, mungkin. Entahlah, doakan saja aku kuat, aku menjadi wanita yang setiap harinya lebih kuat lagi membendung ini semua. Menjadi wanita yang setiap harinya perlahan melupakanmu, setiap harinya sedikit demi sedikit hilang semua perasaan hingga benar-benar tak tersisa, ya.. tepat seperti yang kamu inginkan. Seperti yang aku dengar dari mulutmu. Doakan suatu hari nanti ada tempat untuk ku mengirimkan rindu yang membuka lebar-lebar pintu untuk kerinduanku, supaya tak perlu kepadamu lagi rindu yang selalu tak sampai tujuan ini.
Selasa, 28 Juni 2016
02:48
Lelah, sudah sejak lama aku lelah seperti ini. Muak, astaga berkali-kali aku muak dengan diriku sendiri. Sedih, sampai bisa diselimuti oleh senyum. Menangis, ini apa selalu meluap setiap penuh airnya. Menyerah, dari keras kepala sampai sudah kulambaikan bendera putih besar. Pergi, sudah berputar-putar kemana saja aku selama ini.
Asal kamu tahu, aku tidak mau seperti ini terus. Kamu harus tahu, aku sudah membiarkan waktu mengalir dengan begitu banyak yang terjadi. Sekarangpun aku masih membiarkan waktu menjawab suatu hari nanti. Waktu menjawab apa itu nanti lama kelamaan terbiasa seperti yang kamu katakan. Kamu harus tahu, aku usaha, aku usaha mati-matian agar keluar dari ini, aku usaha banyak hal, aku melakukan banyak hal untuk keluar, keluar dari kamu.
Aku sering berfikir aku telah sampai puncaknya. Aku sering berfikir sepertinya itu hari terakhir, yaa itu hari terakhir aku padamu. Aku sering berfikir, jelas aku sudah membencimu. Nyatanya.. semua masih selalu sama. Nyatanya mungkin aku harus terus membiarkan waktu yang menghapusnya, biarkan waktu yang menjawabnya. Nyatanya aku harus terus usaha, yang mungkin kamu fikir mudah. Oh ya.. aku juga berfikir itu mudah kok. Tapi ternyata kenyataan tidak sama dengan apa yang aku fikirkan.
Teruslah, teruslah dengan apapun yang menurutmu benar. Aku percaya kamu selalu mengambil keputusan dengan matang bukan? Aku percaya jika bukan seperti ini maka mungkin akan lebih buruk lagi, mungkin. Entahlah, doakan saja aku kuat, aku menjadi wanita yang setiap harinya lebih kuat lagi membendung ini semua. Menjadi wanita yang setiap harinya perlahan melupakanmu, setiap harinya sedikit demi sedikit hilang semua perasaan hingga benar-benar tak tersisa, ya.. tepat seperti yang kamu inginkan. Seperti yang aku dengar dari mulutmu. Doakan suatu hari nanti ada tempat untuk ku mengirimkan rindu yang membuka lebar-lebar pintu untuk kerinduanku, supaya tak perlu kepadamu lagi rindu yang selalu tak sampai tujuan ini.
Selasa, 28 Juni 2016
02:48
Komentar
Posting Komentar