Yes, I still...
Kalau kamu fikir waktu bisa membuat terbiasa, mungkin benar. Tapi nyatanya tidak berlaku untukku. Hari ini masih sama, semua masih sama. Tentu sudah lebih baik, tidak seburuk lalu. Itupun karena aku tak melihatmu lagi, tak tahu apa-apa tentangmu lagi. Lebih tepatnya tak mau tahu dan sangat menghindari semua tentangmu. Aku tak ingin kembali pada keadaan buruk lagi. Kamu tau? Nyatanya tanpa aku mencari tahu, aku cukup tahu dengan sendirinya. Dan menyangka kah kamu? Aku bahkan sudah terbiasa dengan banyak hal yang membuat ku teringat denganmu. Awalnya aku gerah, kesal, setiap ada yang membuatku teringat kepadamu, apalagi setiap ada hal yang membuatku harus bertemu denganmu atau bahkan tak ada hal tapi tak sengaja bertemu. Namun sekarang aku tersenyum saja saat sedang seperti itu. Aku sudah terbiasa dengan segala kebetulan, oke.. kau tau aku tak percaya kebetulan. Tapi mungkin sekarang aku harus menyebut semua itu kebetulan, supaya tidak berfikir macam-macam.
Aku mau cerita sedikit, waktu itu aku tak sengaja bertemu kamu. Tapi itu ketidak sengajaan yang paling parah menurutku. Kamu tidak lihat aku, tapi aku melihatmu, langsung menangis pula. Tuhan.. kenapa aku begitu cengeng. Aku melihatmu dengan dia duduk dibelakangmu, di sepeda motor warna biru itu, tempat kita paling banyak menghabiskan waktu. Tak ada alasan untukku menangis memang. Bisa dibilang cuma kaget, entahlah apa itu. Di hari itu aku tidak sendiri, aku bersama teman-teman lama ku dan jadilah kejadian itu dibuat lelucon oleh mereka, yang juga buat aku tertawa memang. Aku jadi bersyukur atas ketidaksengajaan yg mempertemukan kita hari itu. Entah kenapa sejak hari itu aku sembuh, aku sembuh dari penyakit cengeng saat melihatmu dengan dia. Beberapa hari setelah itu yang lagi-lagi ada hal yang mempertemukan ku dengan kamu dan dia. Aku melihat kalian, bersampingan. Disitu aku sadar aku sembuh dari penyakit hati yang bikin cengeng itu. Penyakit yang sejak lama sudah akut ini. Aku sudah biasa melihatmu dengannya. Yang memang seharusnya biasa sejak dulu karena kamu dengannya hanya teman, begitupula aku denganmu. Saat aku melihat kalian ya aku cuma berkata dalam hati "yasudah". Hari itu tanpa sakit dihati, tanpa air keluar dari mata, aku bisa terima pemandangan yang selalu aku benci itu. Aku bersyukur, itu sudah bukan pemandangan yang ku benci lagi. Namun.. tetap berdoa semoga tidak melihat pemandangan seperti itu lagi, aku takut penyakit itu belum sembuh total.
U know? Yes, I still...
Sabtu, 18 Juni 2016
Komentar
Posting Komentar