Doa

Kalian mencintai seseorang? Tapi kalian tidak memilikinya? Berarti kalian belum mencintainya.

Hari ini aku menemukan satu lagi makna dari mencintai. Bahwa jika kalian mencintai otomatis kalian memiliki. Tidak ada kata tidak memiliki saat kalian benar-benar mencintai. Mencintai dan memiliki adalah dua hal yang berbeda.

Saat kalian benar-benar mencintai, kalian benar-benar memiliki. Kalian benar-benar memiliki cinta. Benar-benar memiliki doa. Benar-benar memiliki dirinya secara utuh, lebih dari sekedar memiliki fisiknya.

Kalian mencintai, namun kalian lupa kekuatan besar daripada sekedar memberi wujud nyata. Kalian lupa bahwa ada pemberian dalam wujud tak kasat mata yang jauh lebih berharga dibanding pemberian yang terlihat, terdengar, ataupun terasa. Pemberian yang langsung masuk ke dalam hatinya. Pemberian yang tulus. Pemberian yang tak ada tandingannya. Itu yang kita sebut dengan doa.

Kalian bilang sabar dan bodoh bedanya hanya setipis benang. Tapi tak ada doa yang bodoh. Tak ada kebodohan dalam mendoakan kebaikan untuk siapa saja. Termasuk mendoakan seseorang yang kalian cintai. Kalian lupa bahwa doa adalah unsur yang juga penting dalam mencintai. Dengan doa kalian bisa memiliki dia. Kalian bisa memberi untuknya. Kalian bisa mendampinginya.

Ada lah untuknya. Dikala susah maupun senang. Dikala dia lupa atau ingat dengan kalian. Dikala dia jauh ataupun dekat. Dikala kau melihatnya atau tidak. Dikala kau mendengar maupun tidak mendengar suaranya.

Percayala.. Kekuatan cinta yang besar dan doa yang selalu diulang, cukup untuk mendampinginya sebelum kalian benar-benar menjadi pendamping hidupnya.

Karena aku.. Sudah tidak bisa apa-apa.
Karena sekarang.. Hanya doa yang aku punya.
Karena aku.. Sudah mengerti, satu-satunya cara mencintaimu sekarang hanyalah melalui doa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang