Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

7. Hari Ini, Lexa Baru Sadar

           Seperti biasa, berjalan-jalan di atas motor sepulang sekolah.. lebih sering sepulang Lexa atau mereka rapat. Tapi waktu itu mereka punya bonus waktu cukup banyak, Fero gak latihan band, Lexa gak rapat ataupun nari. Mereka   punya waktu yang banyak untuk menghabiskan waktu hingga matahari berganti dengan bulan dan kembali ke rumah masing-masing.             Hari itu mereka sungguh bahagia, mungkin Fero sudah merasakan kebahagiaan ini sejak lama namun tidak dengan Lexa. Entah kenapa Lexa begitu bahagia hari ini beda dari hari-hari sebelumnya. Ada sebuah perasaan yang begitu menusuk ke dalam hatinya. Tidak, bukan perasaan yang menyakitkan namun perasaan yang begitu indah. Hari itu Lexa berdebar, sangat berdebar. Padahal tidak ada yang special, bukan hari jadi mereka, tidak pula Fero memberikan sesuatu kepada Lexa atau mereka ke suatu tempat, tidak.      ...

6. Maaf Adalah Sebuah Kunci

Semua berjalan semestinya, menurut Lexa, tapi tidak menurut Fero. Lexa benar-benar mementingkan organisasi-organisasi nya, ya atas nama professional. Namun Fero sabar, tidak jarang dia menunggu Lexa di sekolah, menunggu Lexa selesai rapat atau latihan. Bukan hitungan menit tapi hitungan jam, bisa dari siang hingga sore, atau kalua masih dibilang sore karena sering pula selesai saat hari mulai gelap.             Seperti itu mereka selama Lexa belum menaruh hati kepada Fero. Banyak hal yang tidak diminta Lexa, namun diberikan oleh Fero. Banyak hal kecil yang dilakkan Fero membuat Lexa tanpa sadar bukan hanya sedang proses menaruh hati kepada Fero, melainkan Lexa sedang menggali untuk menyimpan hatinya dalam-dalam kepada Fero. *             Hari ini Lexa sibuk, untuk yang entah keberapa juta kali Lexa sibuk, dan Fero sabar. Hari ini Lexa mendampingi anggota ekskulnya yang ...

5. Bulan-bulan Tersulit Bagi Fero

Hari demi hari Lexa dan Fero semakin lengket, semakin mebuat banyak orang “gemas” dengan mereka. Fero yang sangat perhatian terhadap Lexa adalah salah satu hal yang membuat banyak orang gemas dengan mereka, begitu pula Lexa yang gemas bercampur semakin jatuh hati pada Fero.             Bulan-bulan pertama hubungan mereka ternyata Lexa menyimpan sesuatu, sesuatu yang entah bisa dirasakan Fero atau tidak. Lexa belum jatuh hati pada Fero. Lexa belum merasa memiliki perasaan sayang kepada Fero hingga bulan keempat mereka manjalani hubungan. Dan empat bulan pertama yang biasa bagi Lexa mungkin adalah bulan-bulan tersulit bagi Fero.                                                   ...

4. Ngedate Pertama

Nge- date Pertama             Suatu hari Fero memberikan kejutan kecil kepada Lexa, ‘kejutan kecil’ hal yang membuat Lexa—seseorang yang cukup sederhana untuk ukuran perempuan—bahagia. Fero memberikan dua tiket menonton pertunjukan teater sekolahnya yang sedang mengikuti sebuah perlombaan besar. Nge- date pertama mereka, bisa dibilang begitu. Selama Fero mendekati Lexa, ya mereka hanya menghabiskan waktu pulang dan berngakat bareng. Weekend pun tidak bertemu, hari untuk keluarga, begitu bagi Fero. Laki-laki ini, bisa dibilang jatuh hati duluan kepada Lexa, selalu memprioritaskan Lexa, tapi tidak diatas keluarganya, tidak diatas kakaknya yang walau mereka sering berbeda pendapat,bukannya wajar persaudaraan seperti itu?. Apalagi orang tuanya, bukan sekedar cinta, namun Fero juga sangat menghormati kedua orang tuanya, bahkan bisa dibilang mengidolakan.             Hari itu t...