Hay Langit
Selamat malam, langit. Tadi sore aku lihat kamu mendung, kenapa begitu? Ayolah tumpahkan saja hujannya. Banyak orang yang bahagia saat hujan tiba. Begitupula aku. Aku mau cerita sama hujan. Tapi kamu tidak kunjung juga menurunkan butiran-butiran menyejukkan itu. Kalau begitu, aku cerita sama kamu sajalah langit. Langit.. kamu pasti menyaksikan, atau mungkin kamu ikut merasakan, makanya kamu ikut mendung saat sore hari, saat hujan sering terjadi di mataku. Entahlah apa yang aku rasakan sekarang. Aku seperti terombang-ambing ditengah lautan, di dalam kapal yang besar, namun hanya sendirian. Yang lain ada, tapi di kapal lain, tidak terombang ambing, hanya bisa memberi saran caranya lolos dari keadaan ini. Langit, aku sedih. Aku sedih sekali harus kehilangan dia. Semua begitu cepat terjadi. Sangat abu-abu yang mana pokok penyebabnya. Atau mungkin semuanya adalah penyebab aku kehilangan dia. Sebenarnya aku mengerti, aku paham, aku tau kenapa bisa seperti sekarang. Dan walau aku selalu ta...