6. Maaf Adalah Sebuah Kunci
Semua berjalan semestinya, menurut Lexa, tapi tidak menurut Fero. Lexa benar-benar mementingkan organisasi-organisasi nya, ya atas nama professional. Namun Fero sabar, tidak jarang dia menunggu Lexa di sekolah, menunggu Lexa selesai rapat atau latihan. Bukan hitungan menit tapi hitungan jam, bisa dari siang hingga sore, atau kalua masih dibilang sore karena sering pula selesai saat hari mulai gelap. Seperti itu mereka selama Lexa belum menaruh hati kepada Fero. Banyak hal yang tidak diminta Lexa, namun diberikan oleh Fero. Banyak hal kecil yang dilakkan Fero membuat Lexa tanpa sadar bukan hanya sedang proses menaruh hati kepada Fero, melainkan Lexa sedang menggali untuk menyimpan hatinya dalam-dalam kepada Fero. * Hari ini Lexa sibuk, untuk yang entah keberapa juta kali Lexa sibuk, dan Fero sabar. Hari ini Lexa mendampingi anggota ekskulnya yang ...