18082016
Hari ini tidak sama seperti tahun lalu, atau dua tahun lalu. Hari ini aku sendiri. Tidak dengan orang yang sama. Atau tidak juga dengan orang yang berbeda. Aku dengan hidupku. Tapi ternyata masih ada yang sama. Perasaan ini masih sama, seperti satu tahun lalu dan juga dua tahun lalu ditanggal ini. Aku bahagia. Aku juga tidak menyangka. Aku belum pernah menyayangi atau mungkin mencintai seorang laki-laki sampai tahunan. Sampai dua tahun. Aku tak mengerti ada apa ini. Tapi nyatanya aku masih sama. Kalau dulu kamu pernah tanya sisa berapa rasa ku ini padamu dan aku jawab masih sama, maka hari inipun begitu. Masih sama. Entahlah. Padahal perasaan ini hanya terus dan terus menyakitiku karena kamu, kamu sudah lama pergi. Namun aku, hatiku, lebih meemilih tetap sakit daripada bahagia bersama orang lain. Bodoh memang. Namun rasanya disakiti olehmu lebih menyenangkan daripada bahagia bersama orang lain yang tak ku cintai. Ini bukan teori yang aku buat. Ini alami mengalir begitu saja. Kalau boleh jujur, malah sakit hati ini saat mencoba dengan orang lain. Saat mencoba mencintai orang lain. Aku tak mengada-ada. Aku berani sumpah. Aku selalu menangis ketika baru akan memulai dengan orang lain. Aku tak bisa menjelaskan alasannya, karena aku memang tak tau apa alasannya. Kalau kau pikir banyak yang mendekatiku, ya memang banyak. Mungkin lebih banyak dari wanita yang dekat denganmu selama tidak bersama ku lagi. Apakah aku dekat sebatas percakapan melalui text atau mungkin voice call atau bahkan video call? Tidak. Aku lebih dari itu. Aku sempat pergi keluar bersama beberapa laki-laki. Nyatanya? Aku tak pernah sanggup pergi dengan mereka lebih dari satu kali. Aku tak sanggup meneruskan hubungan dengan satupun dari mereka. Kalau kamu pikir berarti selama ini aku hanya main-main mencintaimu, nyatanya aku berhubungan bahkan tidak dengan satu laki-laki. Terserah kamu. Kamu lihat bukan? Aku juga berusaha. Kamu tidak usaha sendiri dalam hal membuatku pergi darimu. Membuatku berhenti memikirkanmu. Membuatku tidak mencintaimu lagi. Sama.. Aku juga membantumu mengusahakan itu. Dengan mencari penggantimu, itu salah satu cara ku pergi darimu. Karena aku tau, kita tau, pengganti adalah cara paling ampuh untuk melupakan seseorang. Nyatanya? Itu juga hanya menyakitiku. Lalu sekarang aku berhenti melakukan itu. Asal kamu tau, lelah seperi itu. Lelah memberi kesempatan kepada orang lain yang nyatanya itu adalah kesempatan kosong. Kesempatan yang sangat sudah jelas jawabnya. Kau harus tau, lelah menipu orang lain hanya karena aku membantumu membuatku pergi. Sekarang aku tak mau lagi. Biarkan seseorang mencari kesempatan itu sendiri. Biarkan seseorang menyingkirkanmu dari hatiku dengan sendirinya. Tapi aku tak mau membantu atau memberi kesempatan kosong lagi kepada mereka. Biarkan perasaan ini ada, mungkin sampai 1808 selanjutnya. Atau selanjutnya. Atau selanjutnya. Atau seterusnya. Ya biarkan. Aku juga tak bisa memberi solusi apa-apa kepada diriku, selain terus mencintaimu saja.
Aku pernah takut kalau pada akhirnya kamu dengan orang lain. Tapi sekarang aku berani. Karena aku tau, kalau kamu bukan untukku, maka sekuat dan selama apapun aku mencintaimu, kita tak akan bersama. Karena aku tau, kalau kamu memang untukku, sejauh apapun dan sesakit apapun aku denganmu, kita akan tetap dipertemukan dalam kebahagiaan. Karena aku tau, nantinya sakit ataupun senang, itulah skenario yang sudah tertulis. Karena aku tau dunia ini fana, berarti semua rasa sakit yang aku alami juga fana, tak sejati ada. Maka dari itu aku berani.
Selamat bertemu di 1808 kembali lagi. Selamat dua tahun untuk hatiku yang terus memilihmu.
Selamat untuk kepercayaan ini yang ku beri padamu dua tahun lalu dan masih berlaku.
Selamat 731 hari untuk sebegitu kuatnya aku mencintaimu.
Semoga kita masih bernafas hingga 1808 selanjutnya. Aamiin
Komentar
Posting Komentar