Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

02:48

Aku tak tahu mana yang lebih baik, tahu tentangmu atau tidak. tahu kabarmu atau tidak. aku tak tahu kenapa bisa sampai seperti ini. mengikat selalu. aku tak tahu kenapa sulit untuk berpindah. gagal selalu. aku sudah menghapus segala egoku. aku sudah menghapus segala inginku. aku sudah membuang jauh-jauh apa yang harus aku buang. aku sudah menerima apa yang aku lihat dan dengar. aku sudah menyangkal segala hal yang berbelakangan dengan apa yang aku lihat dan aku dengar. aku sudah melakukan berbagai cara. aku sudah mencoba dengan banyak orang. aku sudah melakukan berbagai tindakan. aku sudah menghentikan semua yang harus aku hentikan. sampai aku sudah membohongi diriku sendiri. Aku tak tahu apa yang sedang takdir rahasiakan. aku tak tahu bermuara dimana semua ini. Lelah, sudah sejak lama aku lelah seperti ini. Muak, astaga berkali-kali aku muak dengan diriku sendiri. Sedih, sampai bisa diselimuti oleh senyum. Menangis, ini apa selalu meluap setiap penuh airnya. Menyerah, dari keras ke...

Menulis

Banyak orang bilang, aku menjadi penulis saja, setelah mereka membaca tulisan-tulisanku di blog ini. Memang aku senang betul menulis, namun apalah daya kalau aku menulis hanya bermodal kan kejujuran. Aku menulis hanya bermodalkan apa yang aku rasaan. Hanya mengeluarkan isi hati yang ingin dikeluarkan, dengan cara ini, media ini, menulis. Entah harus mulai darimana kalau harus menulis, membuat sebuah karangan, menyusunnya menjadi sebuah cerita, lalu membuat orang-orang yang membacanya terhibur atau bahkan terinspirasi. Atau mungkin aku tak perlu mengarang, karena aku tahu, dan orang-orang disekitarku pun tahu bahwa kisahku sejauh ini cukup untuk dijadikan lembar demi lembar yang akan membuat orang tertarik saat membacanya. Namun apalah daya jika aku sendiri saja tidak tahu harus mulai darimana. Atau harus bagaimana melanjutkannya jika sudah dimulai. Menceritakan sebuah kisah nyata adalah tugas yang berat bagi si penulis. Dimana dia harus bertengkar terlebih dahulu dengan hati dan p...

Yes, I still...

Kalau kamu fikir waktu bisa membuat terbiasa, mungkin benar. Tapi nyatanya tidak berlaku untukku. Hari ini masih sama, semua masih sama. Tentu sudah lebih baik, tidak seburuk lalu. Itupun karena aku tak melihatmu lagi, tak tahu apa-apa tentangmu lagi. Lebih tepatnya tak mau tahu dan sangat menghindari semua tentangmu. Aku tak ingin kembali pada keadaan buruk lagi. Kamu tau? Nyatanya tanpa aku mencari tahu, aku cukup tahu dengan sendirinya. Dan menyangka kah kamu? Aku bahkan sudah terbiasa dengan banyak hal yang membuat ku teringat denganmu. Awalnya aku gerah, kesal, setiap ada yang membuatku teringat kepadamu, apalagi setiap ada hal yang membuatku harus bertemu denganmu atau bahkan tak ada hal tapi tak sengaja bertemu. Namun sekarang aku tersenyum saja saat sedang seperti itu. Aku sudah terbiasa dengan segala kebetulan, oke.. kau tau aku tak percaya kebetulan. Tapi mungkin sekarang aku harus menyebut semua itu kebetulan, supaya tidak berfikir macam-macam. Aku mau cerita sedikit, waktu...