Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang

Udah lama banget aku mau nulis. Mau cerita semuanya atau sekedar ngungkapin apa yang aku rasain. Tapi aku selalu gagal, aku selalu bingung harus mulai darimana. Aku selalu bingung apa yang harus aku ceritain dan ungkapin, aku selalu ngerasa gak pantes nyeritain dan ngungkapin semua tentang kamu. Yaa kamu. Kamu yang berhasil membuat aku melupakan sosok yang sebelumnya benar-benar tak pernah bisa aku lupakan. Kamu yang membawa banyak hal indah dalam sekejap ke dalam hidupku. Kamu yang entah berniat apa namun memberi warna yang berbeda dalam hidupku. Warna yang selama ini hanya dapat aku lihat di dalam hidup orang-orang di sekitarku bukan di dalam hidupku.

Sangat ingin aku berbagi kepada setiap pembaca tentang keberuntunganku bertemu denganmu, mengenalmu, dekat denganmu, secara detil, secara menyeluruh semua yang aku dapat darimu. Namun sampai aku berhasil menulis ini pun aku rasa belum saatnya dan aku masih sangat tidak pantas menceritakan semua keberuntunganku itu kepada dunia. Aku hanya takut menyakiti seseorang jika aku menceritakan semuanya di sini. Dan aku hanya takut menjadi seorang penghancur di dalam hidupmu.

Sampai detik ini, aku masih tidak mengerti apa yang terjadi denganku. Semua masih seperti mimpi. Warna yang tak pernah ada di dalam hidupku itu hanya datang secara tiba-tiba dan pergi secara tiba-tiba. Hanya itu. Sampai aku masih tak menyadari apa yang terjadi.

Awalnya aku tak punya niat dan perasaan apapun denganmu dan aku rasa sampai kamu pergi pun aku tak pernah punya perasaan lebih terhadapmu. Hanya saja aku baru merasakan rasanya menjadi seorang wanita. Yaa seorang wanita yang seutuhnya. Wanita yang benar-benar dihargai, diperhatikan, dikhawatirkan, gak perduli seberapa kuatnya aku sebagai wanita, seberapa beraninya aku sebagai wanita, seberapa terbiasanya aku melakukan segalanya sendiri sebagai seorang wanita. Kamu tetap memerhatikanku dan mengkhawatirkanku, dengan caramu. Bukan hanya sekedar text atau apapun, tapi kamu ada, kamu hadir, kamu memberi tahuku bahwa sekarang aku tak sendiri, aku mempunyai tempat bersandar saat aku sebenarnya butuh bantuan orang lain.

Ada kamu yang gak cuma mendengarkan ceritaku dan berkata "sabar" atau hanya bilang "nanti juga gak begitu lagi ko" tapi kamu yang selalu berkata "ayo tan, nangis aja gakpapa kalo itu bisa bikin lo sedikit lega" atau bilang "gue bisa bantu apanih? selagi gue bisa bantu pasti gue bantu ko". Ada kamu yang sering muncul tiba-tiba didepanku dengan membawa raut wajah yang penuh kekhawatiran dan cuma ingin bilang 'maaf' dan menanyakan beberapa hal yang memang bisa ditanya lewat bbm. Ada kamu yang mungkin dicari-cari oleh semua wanita dan yah.. apalagi aku. Kamu yang selalu bilang "gue temenin yaa, plis" bukan bilang "mau dianterin gak? tapi blablabla" yang kebanyakan tapinya. Kamu yang.. yah yang banyak lagilah. Yang entah kenapa tuhan baik banget sama aku dengan memberikan kesempatan kepada hidupku untuk memiliki warna baru.

Akupun menjadi seseorang yang selalu berfikir, bukan lagi menjadi seseorang yang menyerahkan semuanya kepada takdir, bukan lagi menjadi seseorang yang hanya mengikuti air mengalir. Aku selalu berfikir, apapun kita, bagaimanapun kita, bagaimanapun keadaan, seperti apapun kamu, aku hanya ingin satu, warna yang berbeda itu akan menetap dalam hidupku, bahkan benar-benar menjadi warna dominan dalam hidupku. Namun manusia hanya bisa berencana, segala keputusan hanya tuhanlah yang berhak menentukan. Padahal aku tak mau banyak hal, tak ingin apapun yang lebih, hanya saja aku sudah terlanjur nyaman dengan warna itu, warna yang aku sering lihat di kehidupan orang lain yang tak pernah terfikirkan dapat hadir di dalam hidupku. Ya tetap saja bukan aku yang mengatur hidupku, tapi Sang Pencipta.

Yaa.. satu pengalaman berharga lagi aku dapatkan. Dari kamu yang telah mengajarkan banyak kepadaku. Yang entahlah tak pernah ada yang tau apa yang kamu fikirkan selain dirimu sendiri dan Tuhan. Aku ingin mengatakan banyak atau lebih tepatnya bertanya banyak, banyak sekali kepadamu. Namun aku rasa bertanya banyak berarti mengharapkan jawaban dan hanya membuka luka lama karna tahu kau tak akan pernah menjawab semua pertanyaan itu. Dan hanya akan menambahkan luka jika aku harus mencari sendiri semua jawaban tanpa tau kunci jawabannya sampai kapanpun juga.

Ternyata aku tak pernah tau kamu seperti apa. Aku tak mau lagi berfikir positif atau negatif tentang kamu. Aku sudah tak ingin membuka semuanya lagi, walau aku adalah orang yang tak bisa seperti itu. Aku adalah orang yang selalu ingin menyelesaikan semuanya secara jelas dan tuntas apapun resikonya. Namun kali ini kamu berhasil membuat aku bungkam, diam dititik gantung ini dan berhenti berusaha menyelesaikan semuanya. Hanya kamu yang dapat membuat aku bisa menutup sesuatu tanpa jelas.

Yang aku tahu darimu dan selalu aku pegang adalah satu, satu kejelasan yang aku tak pernah ragukan darimu, yaitu kamu adalah orang baik. Ya mungkin kamu memang tak sebaik yang aku fikirkan seperti yang pernah kamu bilang, tapi setidaknya kamu memang benar orang baik. Terlepas dari semua hal, pada dasarnya aku selalu yakin akan kebaikanmu, aku melihat ketulusan dari dirimu yang tak pernah aku lihat dari siapapun. Itulah yang membuat aku tak pernah berhasil membenci kamu seberapa jahatnya pun pandangan teman-temanku terhadap kamu.

Aku menulis ini, tak pernah berharap apa-apa. Jauh sebelum aku mengenal kamu pun aku sudah beberapa kali mengungkapkan yang tak bisa aku ungkapkan di blog ku. Jadi ya hanya ingin mengungkapkan yang tak bisa aku ungkapkan. Hanya ingin menghibur hati walau belum tentu juga kamu membaca ini semua.

Terimakasih untuk semua. Semua pelajaran, kata-kata, pengalaman, pengetahuan, dan yaa beberapa janji yang kamu pake kata "insyaallah" ke aku. Ini bukan terimakasih sindiran atau gak tulus, tapi ini terimakasih yang sebenar-benarnya. Aku adalah orang yang sangat menghargai pengalaman, dan kamu memberikan pengalaman baru kepadaku yang bisa menjadi pelajaran berharga buat aku. Terimakasih untuk segala kebaikan kamu. Yah.. kamu terlalu, sangat terlalu baik kepadaku. Dan aku sangat tak tau terimakasih. Aku terlalu sering merepotkanmu, membuatmu kesal, berlaku seenaknya, banyak lagi lah. Aku sempat menjadi benalu untukmu.

Maaf untuk semuanya. Maaf untuk aku yang selalu merepotkanmu. Maaf aku sering sekali membuang waktumu. Maaf aku menjadi wanita yang sangat menjengkelkan. Maaf aku sempat beberapa kali marah denganmu, padahal sangat tak pantas aku marah. Maaf aku tak cukup baik dan tak cukup berterima kasih sebagai temanmu.

Sejujurnya.. aku gak penah bisa marah sama kamu. Aku cuma kesal sesaat, tapi setelah itu aku selalu menyesal dengan sangat. Sampai terakhir kamu membawa pergi warna baru itu, aku masih terus berfikir positif denganmu dan terakhirnya aku berhenti berfikir apapun tentangmu saat kamu sudah kembali dengan seseorang yang sebenarnya setiap hari aku fikirkan. Seseorang yang akupun sangat tahu rasanya jadi dia. Dan mungkin dia berfikir aku yang jahat. Tapi aku hanya terjebak keadaan, keadaan bahwa aku yang sebelumnya sedang teerpuruk lalu merasa dirangkul olehmu, diselamatkan olehmu, dan merasa senang akhirnya kebahagiaan hadir di hidupku. Hanya itu, tak bermaksud apapun karna akupun sangat mengerti jadi dia.

Aku hanya berharap, sewaktu-waktu kalian berfikir bukan hanya menyalahkan aku atau memikirkan kalian. Aku ingin kalian berfikir menjadi diriku. Kalian pejamkan mata lalu kalian rasakan keadaan berbalik dan kalianlah yang di posisiku. Hanya berharap kalian, terutama kamu, tak berfikir buruk tentangku karena aku hanya tak ingin buruk dimata seorang yang sudah banyak baik terhadapku.

Untuk kalian, aku bukan penghancur atau pengganggu. Aku hanya terjebak keadaan. Aku hanya senang merasakan kenyamanan yang tak pernah aku dapatkan sebelumnya dari siapapun. Namun aku juga salah, aku salah karena terlalu mudah nyaman, aku salah karena aku terlalu tak sadar diri siapa aku ini dan bagaimana seharusnya aku ini. Aku salah, aku minta maaf, namun aku berharap kalian mengerti akan posisi dan hati seseorang bukan hanya mengerti apa yang kalian lihat.

Untuk kamu.. Kata maaf sudah, kata terimakasih pun sudah. Untuk kamu.. aku masih selalu berharap semuanya bisa terjelaskan. Bagaimanapun yang kamu fikirkan selama ini, aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sampai kapanpun aku tak akan mencari tahu lagi, namun sampai kapanpun aku akan terus memiliki keinginan untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Agar aku pun bisa mengambil pelajaran secara utuh dari pengalaman yang kamu berikan.

Satu lagi.. terimakasih untuk kalimat "percaya aja tan, rencana tuhan itu udah paling bagus" Kamu yang membuatku terpuruk kembali beberapa waktu lalu setelah kembalinya kamu secara tiba-tiba kepada hidupmu yang dulu dan kalimat dari kamu itulah yang membangkitkanku:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat