Aku dengan Diriku, Sendiri

Aku gak pernah tau.. kamu gak pernah tau.. semua orang gak akan pernah tau apa yang akan terjadi ke depannnya. Kamu bisa punya sesuatu dengan rencanamu, aku pun bisa punya sesuatu dengan rencana ku. Tapi semua kembali lagi kepada-Nya. Hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kalau seperti ini.. aku udah gak tau harus apa. Mundur? Pergi? Gak mudah. Sangat gak mudah. Malah Cuma akan nyakitin orang yang aku buat pelampiasan. Kejar? Usaha? Maaf aku gak sanggup hadir di depan kamu, ngomong langsung sama kamu. Aku gak sanggup harus nangis depan kamu, aku gak mau kamu tambah beban kalo liat aku nangis. Aku takut kamu semarah di chat, aku takut banget liat ekspresi kamu saat marah. Maaf usahaku tak sebesar usahamu. Maaf aku lemah.. hanya untuk bicara di depanmu saja aku gak kuat. Dan kamu bilang, kamu gak mau liat aku karna sakit hati kalo bicara sama aku. aku gak mau bikin kamu sakit, sayang. Aku takut hadirnya aku di hadapanmu Cuma bikin kamu sakit dan susah. Tapi mungkin aku akan nongolin muka depan kamu, tentunya saat aku siap. Saat aku benar-benar mampu menganggung resiko kemungkinan akan seterluka apa aku.

Aku memilih.. memilih bertahan dengan hati ini dengan diri sendiri. Tanpa bicara ke banyak orang, kelakuan yang sangat kamu benci itu. Aku dengan diriku. Ya.. kamu bilang kita udah gak ada, adanya lo sama gue. Kamu bisa lihat sekarang yang tersisa hanya aku dan diriku, tanpa kamu, seperti yang kamu bilang emang kenyataannya udah gak ada kita. Memang terlihat udah gak ada, sayang. Masih adanya di sini.. di dalam sesuatu yang orang-orang sebut ini hati. Cinta.. ‘Kita’ akan selalu ada di dalam hati ini.

Seminggu ini aku lumpuh.. gak bisa apa-apa. Makan kayak ada yang nahan di tenggorokan, sakit.. sakit banget rasanya mau tetep sehat tapi tubuh sendiri ngajak sakit. Focus ku juga gak ada sama sekali. Lemah banget ya aku jadi cewek. Lemah karna sikap kamu yang gak pernah mau kamu kasih tau kenapa begini.

Aku gak akan bertahan sama kamu secara Cuma-Cuma nunggu hal yang gak tau bakal gimana ujungnya. Aku bertahan sambil belajar. Belajar terima aku itu salah. Belajar bukan Cuma terima tapi pahami apa yang harus aku perbaiki. Yaa.. lagi-lagi caramu buat aku mau perbaiki kesalahan, bukan.. bukan mau mengalah tapi benar-benar perbaiki dan sadar aku salah.

Tidak.. sampai menulis ini pun aku belum tau betul alasanmu sebenarnya. Dan sampai kapanpun aku gak akan tau isi hatimu saat ini karna yaa yang seperti biasanya aku bilang sama kamu, rahasia terbesar di dunia ini adalah isi hati seseorang. Jadi aku tidak akan pernah tau isi hatimu. Bukan saatnya memaksakan keadaan, memaksakan tau yang sebenarnya. Ya walau jelas aku selalu ingin tau alasan atas segala perbuatan orang lain kepadaku.

Aku di sini sayang.. gak kemana-mana. Gak pergi, masih nyaman seperti ini daripada harus paksa pergi. Kamu bilang terserah aku mau sama orang lain atau sendiri. Oke, aku nurut. Aku pilih untuk sendiri. Kata kamu yang penting jauhin kamu, jauhin lingkungan kamu, jauhin orang yang kamu sayang itu. Oke aku menjauh, gak akan aku sentuh lagi semua itu sampai kamu izinkan kembali. Lagi-lagi aku Cuma bisa nurut sama kamu, gak lebih gak kurang. Aku hargai rencanamu dan niatmu apapun itu. Kamu yang tau apa yang terjadi dengan dirimu. Dan semoga yang kamu lakukan adalah yang terbaik untuk dirimu juga, bukan hanya terbaik untuk orang lain.

Kamu juga anugerah terindah yang pernah aku miliki, kayak yang kamu bilang kalo aku anugerah terindahmu. Sembilan bulan yang indah. Sangaaat indah. Untuk aku wanita sebiasa ini , kamu memang sebuah keajaiban. A jaib.. aku kangen. Kangeen banget sama kamu. Sama tawa kamu. Sama kamu yang buat aku bisa tertawa selepas ini. Gak tau kapan aku bisa tertawa selepas waktu itu lagi. Aku kangen sama semua tentang kamu dan jelas tentang kita. Tapi tau gak? Ngeliat kamu dari jauh aja buat aku keobatin kangennya walau Cuma secuil. Sakit sih.. sakit pasti saat orang yang biasanya sedekat itu sama aku tiba-tiba raganya tetap ada tapi sangat jauh untuk digapai. Dengan tau kamu baik-baik aja. Kamu bales chat aku berarti kamu udah selamat sampai rumah sudah membuatku sedikit lega juga.

Aku percaya tuhan selalu punya rencana indah untuk umatnya. Untuk aku, untuk kamu, untuk semua orang di bumi ini. Kita gak akan pernah bisa menggapai apa yang dituju Tuhan sebelum tujuan itu sampai pada kita. Karena Tuhan adalah zat yang luar biasa. Penulis scenario paling bagus di dunia ini. Dan aku yakin kita atau kamu dan aku, punya scenario hidup indah setelah ini.

Ajaib.. I still in love with you

Ditulis : Kamis, 28 Mei 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang