7. Hari Ini, Lexa Baru Sadar
Seperti
biasa, berjalan-jalan di atas motor sepulang sekolah.. lebih sering sepulang
Lexa atau mereka rapat. Tapi waktu itu mereka punya bonus waktu cukup banyak,
Fero gak latihan band, Lexa gak rapat ataupun nari. Mereka punya waktu yang banyak untuk menghabiskan
waktu hingga matahari berganti dengan bulan dan kembali ke rumah masing-masing.
Hari itu mereka sungguh bahagia,
mungkin Fero sudah merasakan kebahagiaan ini sejak lama namun tidak dengan
Lexa. Entah kenapa Lexa begitu bahagia hari ini beda dari hari-hari sebelumnya.
Ada sebuah perasaan yang begitu menusuk ke dalam hatinya. Tidak, bukan perasaan
yang menyakitkan namun perasaan yang begitu indah. Hari itu Lexa berdebar,
sangat berdebar. Padahal tidak ada yang special, bukan hari jadi mereka, tidak
pula Fero memberikan sesuatu kepada Lexa atau mereka ke suatu tempat, tidak.
Ternyata hari itu Lexa baru
menyadari sesuatu, dia sadar bahwa dia sudah benar-benar jatuh sangat dalam
dibuat Fero. Sudah jatuh dalam namun bukan sampai ke dasar, karna mungkin
hari-hari esoknya Lexa akan jatuh lebih dalam dan lebih dalam lagi. Jatuh
cinta. Ya.. Lexa sudah benar-benar jatuh cinta kepada Fero. Kalian tahu bulan
keberapa Lexa menyadari itu? Bulan keempat mereka menjadi sepasang kekasih yang
mungkin bisa dibilang cinta monyet, cinta ala anak SMA. Tapi butuh waktu empat
bulan untuk Lexa menyadari cinta monyet tersebut, dia tidak sadar seperti
sedang tidur dan terbangun bahwa ternyata dia sudah di ruangan yang begitu
indah dan nyaman yang telah ditata sedemikian rupa oleh Fero.
Hari itu tepat diatas motor arah
pulang ke rumah Lexa karena matahari mulai tenggelam, mereka sedang tertawa.
Entah menertawakan apa karena banyak sekali hal kecil yang bisa mereka
tertawakan, yang jelas mereka bahagia. Setelah selesai tertawa, Lexa tersenyum
menatap Fero dari kaca spion entah kenapa dia hanya tersenyum dengan sendirinya
namun dia tidak bicara apapun kepada Fero, dia hanya bergumam didalam hatinya Fero, im fallin in love with you, sorry I late
to notice this feelin, but today im fallin in love with you deeply and deeper
tomorrow and tomorrow and tomorrow and till, I don’t know when this is end.
*
Kalau hari ini cuaca begitu mendung,
tapi Lexa ada kegiatan dan dia harus tetap di sekolah hingga tidak tahu kapan,
mungkin sore atau kalau hujan deras dan tak kunjung henti mungkin sampai malam.
“Ro aku latihan hari ini”
“Yaudah aku tungguin,tapi aku
anter kak Dian balik dulu ya”
“Ro udah mendung banget, ujan nih
dikit lagi, gausah lah ya kasian kamu kalo keujanan”
“ada teknologi namanya jas ujan
Lex”
“ya tetep aja kalo deres kuyup
entar. Mending dirumah istirahat lagian bosen ih nungguin aku disini, gabut”
“Kan aku yang gabut bukan kamu.
Lagian mana gabut si orang sekolah masih rame entar juga ada temen”
“Fero.. udah ya gausah ya yaya
Fero ya”
“Lex.. asal kamu tau, gak ada yang
bisa ngelarang matahari terbit. Apa yang aku lakuin buat kamu tuh kayak
matahari terbit, gak ada yang bisa ngelarang aku, termasuk kamu”
Lexa diam sesaat.. lalu tersenyum
dan tidak bisa berkata apa-apa
“udah ah aku balik dulu anterin
kak Dian.. kamu kumpul sana dicariin nanti. Nanti aku balik lagi kesekolah”
Sederhana namun bermakna, salah satu
kata-kata pamungkas Fero yang setelah itu selalu digunakan saat memberi banyak
hal untuk Lexa, “gak ada yang bisa ngelarang matahari terbit Lex” dan Lexa
tidak bisa melarangnya lagi.
Apa yang terjadi setelah itu? Ya..
Fero kembali ke sekolah dan benar-benar menunggu Lexa. Tidak kurang dari tiga
sampai empat jam Fero menunggu Lexa, entah apa saja yang dilakukan Fero diluar
ruang latihan namun Lexa di dalam tetap pada keprofesionalannya, tetap fokus,
dan tetap mengikuti latihan hingga selesai.
Kalau kalian fikir hanya saat itu
Fero menunggu Lexa.. Jawabannya tidak. Fero sering sekali bahkan hampir selalu
menunggu Lexa kecuali dia ada kegiatan. Lalu bagaimana kalau mengantar Lexa
pulang? Hampir tidak pernah absen. Bahkan di sela-sela apapun itu urusannya
entah serius atau Cuma lagi nongkrong sama temen-temen, Fero akan meluncur
kemana tempat Lexa berada dan menjemput Lexa. Walau hanya sekadar menjemput,
mereka tidak mampir makan dulu atau muter-muter dulu, Fero akan tetap
melakukannya. Entah kenapa, bagi Fero bukan hanya waktu bersama Lexa yang
berharga tapi bisa menemani Lexa selamat sampai di rumah itu juga sesuatu yang
tak ternilai.
Komentar
Posting Komentar