Dibuang sayang

Aku sudah lama mengenalnya. Yaa tidak terlalu lama, cuma setahun. Tapi aku menjadi orang terdekatnya. Pacar bisa dibilang. Yaa.. jadi walau cuma setahun, aku cukup tahu soal dia. Sewajarnya aku sudah terbiasa atas keberadaannya. Sudah terbiasa menatapnya. Sudah terbiasa melihat dia dari sudut pandang manapun.

Tapi lucunya.. sekarang saat aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa, saat aku masih selalu merindukan dia setiap saat. Aku merasa seperti wanita yang sedang mengaguminya diam-diam. Sudah lama aku tidak merasakan seperti ini. Kamu tahu? Aku mengaguminya dari jauh, tak mampu jika dari dekat. Aku selalu tersenyum dan memperhatikan setiap hal yang dia lakukan saat dari jauh. Namun aku tak mampu melakukan itu jika dari dekat. Kecepatan detak jantungku berbanding terbalik dengan jarakku dengannya. Semakin kecil jarak ku dengannya maka semakin cepat jantungku berdetak.

Aku seperti orang yang baru jatuh cinta dan sedang mengejar cinta. Saat mataku dan matanya bertemu, tuhan.. entahlah kenapa seperti ini. Aku merasakan debaran hebat. Aku deg-degan. Senang. Tapi tak berani menatapnya sampai memasuki menit. Aku hanya mampu menatapnya dalam hitungan detik. Itu sudah sangat cukup membuat hariku bahagia sampai aku terlelap dan memimpikannya.

Saat menerima respon baik darinya.. entahlah, seperti tanaman yang sudah lama tak disiram dan seketika segar ketika disiram kembali. Aku merasa hidup lagi. Tidak.. bukan hidup lagi. Aku merasa hidup yang berbeda. Aku merasa lebih lepas. Walau sakit ini masih ada rindu ini masih ada, namun aku merasa menemukan obat yang beda. Bukan obat yang mengobati sepenuhnya, tapi obat yang membuat aku merasa lebih baik.

Aku tersenyum saat dia tersenyum. Aku rindu.. rindu mendapatkan senyum dan tawa itu. Namun aku tak tahu bagaimana cara mendapatkannya...

<<tulisannya gantung sampe sini aja.. karna satu dan lain hal. Tapi dibuang sayang>>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang