Yes tomorrow

hati tuh selalu punya rahasia yg mengejutkan yah. walaupun sesuatu didalam kepala yg bernama otak ini bilang aku harus benci, nyatanya saat kata benci sedang bekerja, hati langsung lari keotak, bawa martil, terus ancurin semua kata benci yg ada, diganti deh sama kata rindu.

aku fikir, rasa benci yg teramat dalam ini, rasa benci yg teramat menusuk ini, luka yg belum kunjung sembuh ini, sudah menyingkirkan habis semua sayang yg ada. nyatanya.. mereka semua hanya ada dipermukaan,dan justru tersingkir saat sayang dan rindu sedang pasang naik.

nyatanya.. aku tetap aku yg dulu. aku yg selalu rindu denganmu, selalu butuh senyummu, selalu bertanya-tanya kabarmu, selalu risau saat tau kamu sedang sakit, yah semua lah. aku sayang kamu, masih sama seperti awal aku terbiasa sayang sama kamu.

sampai detik ini, entahlah kamu berfikiran apa soal aku, namun aku tersadar.. dan aku harus selalu ingat soal ini. soal aku yg selalu tak mampu membenci mu.

awalnya aku tak ingin bicara satu arah melalu blog ini lagi. aku berniat ingin menggunakan blog ku ini untuk bercerita kepada semua pembaca saja. namun sepertinya.. aku hanya mampu mengutarakan semuanya lewat sini, semua tertahan saat didepanmu, semua akan buyar dan semua kata yg sudah kurangkai akan berterbangan saat didepanmu. dan aku merasa.. aku bisa bicara saat tak mendengar jawabanmu. di chat, aku terlalu sibuk membantahmu sampai lupa apa saja yg ingin aku katakan.

jadi gini.. kumohon.. kali ini.. simak aku baik2.. bukan.. bukan aku cuma ingin disimak tapi tak ingin menyimak.. aku sudah cukup jelas dan mengerti maksudmu.. dan entahlah, aku seperti wanita bodoh yg selalu berkata menyesal, tapi aku nyatanya memang wanita yang selalu bodoh saat mengambil tindakan

awalnya.. saat kamu ingin selesai,aku tak peduli apapun itu maksud dan tujuanmu. yg aku fikirkan hanya janjimu, hanya semua yg sudah kamu katakan dan aku rasa itu semua seketika menjadi omong kosong belaka. semua persoalan-persoalan sebelumnya langsung terlintas dan membuatku buyar. membuatku hanya mendengar tapi tak mencoba bahkan tak berniat mengertimu. aku hanya memikirkan aku yang akan kecewa lagi. aku yang merasa salah telah percaya lagi denganmu. aku merasa aku wanita paling bodoh yang tak mengerti tentang ini semua. aku kehilangan arah saat itu. aku sengaja terlihat biasa, aku hanya ingin mendengar keputusanmu saat aku katakan  apa yang akan terjadi setelah kita selesai. pokok pikiranku bukan pada apa yang aku katakan, tapi apa yang akan kamu putuskan selanjutnya. semua kata-kataku malam itu tak tertata sejalur dengan hatiku. semua tertata  bahkan bukan dengan otakku, mereka tertata atas dasar keegoisanku yang meluap. atas dasar luka yang belum kunjung usai yang masih selalu aku minta pertanggung jawabannya.

aku lupa.. aku lupa aku butuh kamu. aku lupa tentang aku yang dulu betapa berat kehilanganmu. aku terlalu terlena dengan kamu yang aku fikir juga membutuhkanku. aku lupa.. aku hancur tanpamu. dan aku salah berfikir aku sudah benci denganmu. nyatanya.. aku masih wanita yang sama, yang selalu ingin menjadi baik untukmu.

sekarang aku sadar. justru aku lebih mampu jika tetap denganmu, apapun itu keadaannya. yah seperti yang dulu pernah ku bilang.

sekarang aku ingat kembali jati diri bahwa aku selalu hancur saat selesai denganmu. aku lebih sakit saat menjadi orang lain untukmu. saat menjadi orang yang hanya menontonmu dari kejauhan. saat menjadi orang yang tak berguna untukmu. sekarang aku ingin sekali menjadi orang yang berbeda dari yang lain. begitu perih saat kau bilang aku sama dengan yang lain. tidak.. aku tidak sama. aku ingin menjadi orang dibelakangmu yang mampu membantumu meraih segala yang ingin kau raih. walau hanya lewat doa dan support yang mungkin tak berpengaruh. setidaknya, aku ingin menjadi seseorang yang terlihat olehmu. aku benci.. aku justru benci ternyata jadi beban untukmu. sayang.. aku tak punya kekuatan untuk bilang, bahwa gak ada yang gak mungkin.. berarti bukan gak mungkin aku gak buat beban untukmu. aku berusaha sayang.. berusaha membantumu, bukan menjadi beban lagi untukmu. tidak.. aku tidak mau mundur supaya aku tidak membebanimu lagi. aku bertahan denganmu, dengan berubah dari sebuah beban menjadi sebuah penyemangat. entahlah akan berhasil atau tidak.

aku ingat ada yang pernah bilang "jangan bilang gak bisa dulu sebelum dicoba" yah.. kamu yang bilang. maka aku mencoba, mencoba menjadi baik dimatamu. entahlah hasilnya akan seperti apa. aku tidak bisa janji. tapi aku tak ingin kalah saat baru saja menang.

I love you. yes yesterday, yes today, yes tomorrow.

Jum'at, 25 September 2015.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang