agustus



Hay agustus! Apa kabarmu wahai bulan yang dinanti-nanti oleh orang tuaku 17 tahun lalu? Sehatkah dirimu? Ku harap kamu menjadi bulan terbaik lagi untukku di tahun ini, sampai kau digantikan oleh si September. Karna tahukah kamu agustus? Bulan ini ada banyak tanggal yang berarti untukku. Yang sebelumnya sudah ku pastikan tak akan ada yang special di bulan ini, tapi.. itu saat aku tau dia sudah tak bersamaku. Dan kamu pasti terkejut kalau aku bilang ini. Dia sudah kembali loh, sekitar dua bulan lalu.

Aku terlihat menyambutmu seperti biasa. Tapi sebenarnya aku sering memikirkanmu, tanggal 15, tanggal 16, tanggal 18, dan tanggal 30, ku harap semua tanggal itu akan menjadi hari baik untukku, aamiin. Pokoknya, aku Cuma gak mau denger hal jelek ditanggal-tanggal itudeh. Yaa.. emang sih aku sering bilang ‘apalah arti sebuah tanggal,. Tapi kamu jangan marah ya agustus, aku gak pernah bilang ‘apalah arti sebuah bulan’ ko hehe.

Agustus! Aku mau menceritakan tentang dia ke kamu. Iya.. dia yang setahun lalu membuat kamu menjadi bulan yang tambah aku nantikan. Bulan yang menjadi saksi bisu satu tahun lalu dia mengutarakan perasaannya padaku. Gak ada tau, gak ada saksi yang melihat bahkan saat kedua kali dia menembakku. Cuma kamu agustus saksinya, dan angin yang gak sengaja dengar apa yang dia katakan kepadaku setahun lalu saat si angin sedang melewati aku dan dia, mungkin. Aku senang bertemu kamu lagi tahun ini. Bertemu kamu dan masih bersamanya. Semoga kamu senang juga ya bertemu aku yang masih dengan orang yang sama setahun lalu. Eits.. awas aja kalo kamu gak seneng apalagi bosen, soalnya aku punya mimpi untuk akan terus menemuimu bersamanya. Entah sampe kapan. Mimpinya sih sampe akhir. Kalo mimpiku gak tercapai, pasti aku akan sedih. Dan aku yakin, kamu gak mau aku sedihkan? Jadi kamu gak boleh bosen ketemu dia yang akan selalu aku bawa setiap bertemu kamu, supaya aku gak sedih.

Satu tahun loh.. gak singkat untuk ukuran aku membawa orang yang sama dengan setahun lalu. Orang yang setahun lalu baru aku kenal hanya beberapa saat. Mungkin satu tahun lalu kamu pun kurang setuju sama aku yang menerima dia. Kamu pasti takut kalo aku terima dan dia pergi, aku akan benci denganmu agustus. Karna kamu memberi kenangan saat dia menyatakan perasaannya yang pertama maupun yang kedua. Tidak agustus, aku bisa benci pada manusia, bukan sama bulan yang gak tau dapet darimana nama agustus itu.

Eh aku gak jadi cerita ah, aku gak mau tanganku keriting kalo ceritain soal dia. Pasti bakal puanjaaang banget. Biarin aja kamu kepo juga. Tanya sama si September, oktober, November, desember, januari, februari, maret, april, mei.. eeeeeh aku mau peringatin kamu, ancem kamu ajadeh sekalian biar kamu nurut. Aku mau ancem kamu ya, awas aja kalo kamu berantem sama mei, juni, dan juli saat mereka menceritakan soal aku dan dirinya. Apalagi kalo mereka sampe kamu habisi. Pokoknya gak boleh ya. Jangan salahin mereka kalo mereka menjadi bulan yang berkesan pahit untukku. Bukan mereka yang mau ko. Aku yakin mereka juga sedih dan pengen nolong aku. Mereka pasti udah takut banget kamu marahin deh. Jangan ya.. aku gak benci mereka ko walau mereka berkesan pahit. Ya sempet benci si. Tapi sekarang udah engga. Dan  mudah-mudahan selalu engga benci. Dan kamu agustus, indah lagi setelah banyak pertumpahan air yang keluar dari salah satu panca inderaku yang biasanya aku gunakan untuk melihat, kadang juga untuk jutekin orang si, dengan tatapan sinis hehe.

Aku mau kamu dengerin yang aku mau dari kamu ajadeh. Jangan dengerin doang loh, lakuin jugaya. Agustus, entah nanti teman-temanmu mungkin akan ada yang memberi kesan pahit lagi untukku. Atau bahkan semua memberi kesan pahit untukku, aku gak peduli. Tapi kamu agustus, kamu belum memberi kesan buruk selama pengingatan hidupku. Kesan baik selalu kamu tuangkan. Dari aku lahir. Bukan soal banyak kejadian indah saat bulanmu, tapi banyak sekali yang mendoakanku saat di bulanmu. Dan sekarang, aku yakin doa itu akan bertambah, akan muncul doa yang berbunyi lain. Agustus, usahakan ya. Aku juga gak bisa nuntut kamu banyak si. Tapi usahakan ya, usahakan selalu buat aku tersenyum saat bertemu denganmu. Berat sih.. tapi jangan jadi kepikiran ah, diusahain aja. Aku tau usaha gak selalu berhasil. Tapi jangan gak kepikiran usahain agar aku bahagia bertemu kamu.

Apalagi.. si 16 dan 18. Bilangin ke mereka, jangan sampe aku benci sama salah satu dari mereka, apalagi sampai keduanya, dan mengharapkan agar mereka hilang dari dunia ini. Aku gak mau itu terjadi, semoga mereka selalu memberi kesan baik untukku, agar aku selalu tersenyum saat mendapati mereka. Bilangin ke mereka, kesan baik itu gak harus ada something saat mereka menemuiku. Mereka hanya perlu menahan segala macam yang membuatku sedih apalagi sampai menangis saking sedihnya. Itu saja sudah cukup ko. Suruh mereka pending sedih yang mau menghampiriku. Jangan pending tapi tetap di bulanmu juga agustus. Tapi kalo mereka mampunya begitu ya gak apa-apa, asal mereka benar-benar menjaga jiwa dan ragaku saat mereka menemaniku selama 24jam.

Aku percaya sama kamu agustus. Aku percaya kamu akan selalu memberi kesan indah setiap bertemuku. Semoga kamu gak mengecewakanku. Aamiin.

Selasa, 11 Agustus 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang