Hidup Itu Lebih Dari Sekedar Tertawa, tan
Waktu SD, SMP, ya SMA kadang.. banyak yang bilang intan itu dewasa, oh bukan dewasa malah tapi tua. Banyak yang bilang intan punya pemikiran lebih dari orang-orang, tapi seringnya intan tau apa yang bener tapi intan gak ngelakuinnya dan ngelakuin yang salah. Itu waktu SMA sih gitu. Kalo waktu SD sama SMP ya gitu udah ngelakuin hal-hal yang lebih dewasa dari yang lainnya. Sampe sering bantu temen ngeberesin masalah mereka, dari yang cuma ngasih solusi terus mereka gak mau denger dan akhirnya mereka nyesel gak denger intan, terus yang denger intan dan syukurnya bener solusi intan, lalu yang sampe intan ikut turun tangan bantuin masalah mereka mau diminta ataupun engga.
Tapi sekarang, saya merasa kedewasaan itu tertinggal di SMA. Kedewasaan yang saya punya karena banyak belajar otodidak dari hidup saya. Belaja otodidak dari orang tua tunggal saya yaitu ibu. Belajar dari kakak-kakak yang merangkap bantuin ibu jadi orang tua saya. Belajar dari keluarga yang memang berisi orang dewasa semua dan saya harus menyaksikan bagaimana orang dewasa itu bertengkar, berencana, menyelesaikan maslah, atau malah membuat masalah. Belajar dari keluarga besar yang rumit. Banyaknya saya punya kakak, yang sudah dewasa, sudah memiliki keluarga sendiri mayoritas, membuat saya banyak mendengarkan cerita mereka, menjadi tengah-tengah dari mereka ketika mereka berselish. Tapi saya tidak boleh menyampaikan pendapat, pasti pendapat mereka tetaplah paling benar, karena saya hanyalah anak kecil. Ya.. dari situ saya memiliki banyak pemikiran, membedakan salah ataupun benar. Belajar terlalu cepat dari segala kejadian yang tidak bisa tersaring dari pendengaran dan penglihatan saya saat masih kecil dulu.
Sekarang saya sadar satu hal.. Ternyata dulu, sekolah, saya punya banyak pembelajaran dari mendengarkan yang tidak didengar oleh teman-teman. Sekarang di dunia kerja ini, saya tidak tahu apa-apa. Saya nol dalam pengalaman. Dan selama ini saya hanya mendengar dan menyaksikan berbagai permasalahan keluarga, pribadi, saya lupa saya tidak pernah menyaksikan permasalah kakak-kakak di kantor mereka. Merekapun mungkin terlalu profesional sehingga jarang cerita masalaah kerjaan ke saya. Atau lebih tepatnya saya tidak akan mengerti, tidak akan nyambing, gitu pikir mereka.
Lalu.. entahlah saya jadi merasa terbalik, sekarang saya masih terlalu kekanak-kanakan. Kaget dengan segala yang ada di dunia kerja ini. Gak tau gimana harus beradaptasinya, sementara saya adalah orang yang sungguh sangat sulit beradaptasi. Awalnya saya merasa orang-orang itu yang salah, sekarang saya sadar yang salah itu ada pada diri saya. Ini kerja. Ini kantor. Bukan kampus, apalagi sekolah. Semua yang disini dianggap dewasa. Dianggap mengerti, faham, dansegala kesalahan harus diperkecil. Huh.. lalu sekarang saya bingung bagaimana cara melewati ini semua.
Bagaimana cara erubah agar saya bisa menempatkan diri pada posisi yang seharusnya, agar saya bisa bersikap yang semestinya. Bagaimana menghadapi orang-orang itu juga menghadapi pekerjaan. anyak teman bilang mereka percaya saya memang tepat di posisi ini, orang seperti saya pasti bisa terjun ke dunia kerja di umur yang semuda ini. Tapi hari ini saya sadar semua itu terpatahkan. Saya nol sekali di sini. Saya buta sekali dengan dunia ini. Saya suka di dunia kampus sana, berorganisasi, membuat acara, berargumen untuk sebuah kesuksesan acara, atau sekedar merencanakan bakti sosial tentunya jelas dengan teman sebaya. Jelas dengan orang-orang yang memang ingin di sana, yang memang suka rela tanpa memikirkan imbalan melakukan segalanya demi visi misi yang sama. Saat di dunia kerja ini apalagi saya dapat kerja di tempat yang mungkin hanya sya lah yang pernah berpikir untuk bekerja di perbatasan seperti ini, ya sudah punya visi dan misi yang berbeda. Masing-masing mempunyai prinsip dan tujuannya sendiri. Ini yang masih saya tidak mengerti bagaimana cara menghadapinya. Saya yang masih ter mind set untuk menyamakan segalanya demi mencapai visi misi organisasi, nyatanya saya harus bisa menghadapi setiap isi pikiran orang lain, setiap perlakuan orang lain. Dan saya tidak tahu bagaimana caranya, bagaimana beradaptasi di sini, bagaimana bersikap, bagaimana solusi, bagaimana saya berubah, bagaimana saya berpikir, dan entah berapa lama sampai saya tahu semua itu dan bisa mengaplikasikannya saat saya sudah tahu.
Komentar
Posting Komentar