Halo

Selamat pagi dari pulau Borneo bagian batas indonesia-malaysia. Apa kabar kamu? Saya percaya kamu sehat di pulau Borneo bagian pusat kota sana. Beberapa hari mungkin terlalu berlebihan kalau saya bilang rindu. Mungkin lebih tepatnya bukan rindu, tapi ada yang beda. Berbeda dari hidup satu bulan kemarin yang saya lalui.

Mungkin saya tidak akan pernah bisa menemui sosok sepertimu lagi. Sosok yang saya bilang bukan peduli, tapi terlalu peduli. Entah apa yang membuat kamu begitu peduli dengan saya. Saya yang bahkan tidak ada alasan untuk dipedulikan sebegitunya. Saya yang sering dipandang sebagai wanita yang bisa mengurus hidupnya sendiri.

Tapi kamu bisa melihat sisi lain dari itu. Sisi saya yang ada dibalik cover ini. Sisi yang dari dulu selalu senang jika mendapat sosok yang saya tidak pernah dapatkan di rumah, pada abang saya, ataupun pada alm ayah saya. Saya sering mendapatkan sosok, tapi belum yang seperti kamu. Yang sepeduli kamu. Dan yang secepat kamu memahami bagian yang tidak sengaja saya tutup selama ini.

Terima kasih. Untuk satu bulan yang banyak mengubah saya. Untuk perkenalan yang menambah daftar saya merasa beruntung bisa diterbangkan ke pulau borneo. Kamu membantu saya mengubah hal-hal yang sudah lama saya ingin ubah tapi belum berhasil. Hal-hal yang mungkin menurut orang lain bukanlah sebuah masalah besar tapi iya bagi saya. Karena saya punya sebab yang tidak banyak orang alami, mungkin.

Kamu juga mengajarkan saya banyak hal, mengajarkan saya untuk terus maju, dan mengajarkan saya untuk terus semangat, yang sungguh begitu sampai tertanam ke dalam diri ini. Kamu bukan leader bagi saya, kamu keluarga bagi saya. Butuh bertahun-tahun mengenal saya untuk saya anggap begitu, tapi tidak untuk kamu.

Terima kasih untuk setiap hal kecil yang saya dapatkan. Terima kasih untuk tarikan yang membuat saya keluar dari zona nyaman. Terima kasih tidak pernah protes tapi solusi yang langsung kamu beri. Terima kasih memperkenalkan saya dengan banyak orang peduli di sekitarmu juga. Terima kasih untuk perkenalan pertama di gedung aula. Terima kasih untuk setiap ketukan pintu kamar saya. Terima kasih untuk setiap ajakannya. Terima kasih untuk setiap tawa yang saya dapat. Terima kasih untuk notes maafnya, itu terlalu manis. Terima kasih untuk puisinya, itu terlalu bagus. Terima kasih telah membuat saya tidak merasa sendirian di pulau ini. Terima kasih telah menjadi sosok untuk saya.

Kamu yang terlalu baik, jugalah harus pikirkan dirimu. Kamu percaya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mendorong anggotanya menjadi pemimpin juga. Saya punya satu kepercayaan juga, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membuat anggotanya ikut berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasinya.

Satu lagi, saya mau kamu sehat, saya berdoa kamu sehat, semoga kamu juga bisa menjaga diri mu untuk sehat. Menghindari hal-hal yang bisa membuatmu tidak sehat. Saya tidak mau kehilangan sosok kakak terbaik.

.

Terima kasih Borneo, telah mempertemukan saya dengannya. Baik-baik ya borneo sama dia. Jangan ganggu dia, ganggu saya saja. Karena kalau kamu ganggu saya, dia yang akan membela saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang