Hey Ajaib

Ternyata seperti ini rasanya menulis bukan untuk mengungkapkan kesedihan, kemarahan, kebencian, dan lain-lain yang rasanya tak enak. Menulis sambil tersenyum, tak sabar mengungkapkan segala kebahagiaan ku sekarang pada dunia.
Semua terasa cepat seperti kilat menyambar. Baru satu tahun tujuh bulan aku di SMA ini tapi sudah banyak pelajaran hidup baru yang aku alami. Dan sekarang aku tak akan mengulas pelajaran hidup yg lalulau, aku akan mengulas pelajaran hidup yang sekarang.
Kamu.. ya memang sudah berapa kali aku menyebut kata "kamu" dalam blog ini. Entah untuk satu orang yang sama, entah setiap tulisan berbeda, atau apapun. Mungkin hanya orang-orang terdekatku yang tau sebuah nama dibalik setiap kata "kamu" di tulisanku. Atau mungkin hanya aku yang tau. Yang jelas aku hanya ingin menekankan, "kamu" di tulisan kali ini sangat berbeda dari "kamu"-"kamu" di tulisan sebelumnya yang hanya memberi kesan pahit dan menyedihkan. Kamu kali ini.. adalah kamu yang masih tak ku pahami.
Aku merasakan hal yang berbeda bersamamu. Aku tak merasakan rasa yang menggebu-gebu kepadamu. Aku tak merasakan rasa seperti yang sudah-sudah. Awalnya aku khawatir, aku sangat takut hanya akan mengulang pengalaman lalu. Mengulang berkomitmen dengan orang yang tak kusayangi yang akhirnya aku tega meninggalkannya. Namun sekarang aku tau, aku tak merasakannya, tapi aku turut mengalir di dalamnya.
Khawatir, kangen, perhatian, peduli, semuanya gak pernah aku lakuin dengan merasa kewajiban. Tapi semua itu mengalir tanpa aku tau.
Aku tak merasa khawatir, tapi hanya saja aku tak bisa melakukan apa-apa saat tak ada kabarmu.
Aku tak merasa kangen, tapi mood ku selalu turun dan terus turun setiap tak bertemu kamu.
Aku tak merasa perhatian, tapi aku selalu ingin tau tentang keadaanmu, semua tentangmu.
Aku tak merasa peduli, tapi kamu tak pernah bisa lepas dari apa yang aku fikirkan.
Dan aku mendapat pelajaran baru.. tentang hal yang memang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Tentang hal yang tidak aku pahami bisa mengalir sederas ini ke dalam diriku. Aku sering merasa tal paham tentang hal yang mengecewakanku, membuat ku sakit, tapi kali ini hal yang sangat indahlah yang sempat membuat aku tak paham.
Ada yang lebih ajaibnya lagi. Kamu mampu merubahku, ke arah yang jelas lebih baik. Perlahan-lahan kamu mampu merubah aku yang egois ini. Merubah aku yang keras kepala ini. Sedikit demi sedikit, tapi aku merasa mulai berubah. Yang hebatnya.. aku tak pernah bisa marah didepanmu. Tidak pernah aku meledak-ledak kepadamu, padahal semua orang termasuk kamu pun tau, aku ini identik dengan emosian. Tapi untuk sekarang kamu berhasil membuat pengecualian atas sifat identik ku itu. Ya.. kecuali kepadamu.
Lagi-lagi aku bersifat tidak emosi kepadamu itu bukan karna aku tak mau bercekcok, bukan karna aku takut, bukan karna kamu selalu mengalah, buka karna hal-hal lain. Tapi hanya mengalir begitu saja. Aku merasa selalu menyadari dengan sendiri saat aku salah sama kamu, saat aku memang harus mengalah, aku merasa sadar dengan sendirinya harus melakukan apa agar masalah selesai.
Suatu ketika aku berfikir.. aku terlalu banyak mengalah. Tak seharusnya aku menjadi seperti ini. Aku mencoba untuk tak terus mengalah, namun, yaa gagal. Naluri.. sudah naluri aku harus melakukan hal yang benar, hal yang tidak mengacau. Sudah naluri aku sadar akulah yang salah. Ya.. sama kamu, cuma sama kamu begitu. Aku ga ngerti gimana caranya, yang jelas siapapun belum ada yang pernah bisa membuat aku seperti ini.
Perasaan mengalahkan logika. Saat aku menggunakan perasaanku, ternyata sampai saat ini bersamamu selalu indah. Anehnya, aku tidak pernah merasa capek, bosan, karna mengalah. Tidak gengsi mengakui yaa aku salah. Dan kamu.. terlalu hebat. Kamu selalu berusaha buat gak ngelakuin kesalahan dengan cara yang cuma kamu doang yang bisa. Kamu berusaha tidak salah agar kita terus bertahan, tapi kamu juga tidak akan membenarkan saja aku yang salah.
Sudah lima bulan kita bersama. Sampai detik ini aku tak menemukan hal yang membuat aku capek sama kamu. Justru semua semakin indah. Kamu semakin mengerti aku, walau aku belum mengerti banyak tentang kamu, walau semakin kesini semakin banyak cara berfikir kita yang sangat berbeda, hal kecil maupun hal besar. Tapi ajaibnya kita selalu bisa meredam itu semua dengan cepat. Yah.. kita ajaib, kamu ajaib.
Masih banyak tentang kamu.. masih banyak yang akan aku bagi agar dunia tau, aku sekarang bahagia, tak peduli nanti akan tidak bahagia lagi, yang penting sekarang aku bahagia karna sebuah keajaiban, yaitu kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Tidak Sempat

Warna Berbeda Yang Sudah Menghilang