Hey Kamu.. Inilah Aku Sejujurnya
Sudah hampir sebulan setelah kamu sms aku "kayaknya kita lebih cocok jadi temen" pada tanggal 5 agustus 2013 lalu. Sudah seharusnya juga aku melupakanmu. Namun tidak mudah melupakan masa-masa 7 bulan itu. Masa-masa kamu membuat ku selalu ngerasa jadi cewek paling beruntung di bumi ini. Masa-masa dimana aku sangat menikmati kedatangan ku ke sekolah. Masa-masa aku selalu bisa ketawa lepas selain karna sahabat-sahabat ku dan aku selalu ngerasa aman karna tau ada kamu yang pasti ngelindungin aku.
Awalnya aku ngerasa perpisahan kita hanya tamparan keras untukku agar aku bisa lebih meredam keegoisan dan sifat kekanak-kanakan ku. Aku merasa bahwa kamu hanya ingin menyadarkanku bagaimana rasanya ditinggalkan dan minta diperjuangkan. Dari awal kita berpisah aku sangat yakin kalau itu sifatnya akan sementara. Semuanya akan kembali normal setelah aku berusaha berubah dan memperjuangkanmu seperti kamu dulu memperjuangkanku. Aku juga berfikir dan sangat berharap kamu akan memberi hadiah terindah saat ulang tahun ku. Yaitu dengan datang kembali menjadi pahlawan untukku. Makanya setelah kita berpisah, aku tidak henti-hentinya merayu mu, meyakinkanmu kalau aku akan berubah dan akan lebih mengertimu. Tanpa gengsi dan rasa malu, setiap hari aku melakukan itu dengan keyakinan kalau semua yang aku fikirkan adalah benar adanya dengan optimisme yang sangat menggebu-gebu. Namun aku tidak sebodoh itu juga. Aku berprinsip, jika semua yang aku fikirkan benar-benar hanya sebatas harapan dan sama sekali tidak terjadi, maka aku harus berhenti. Berhenti saat hari ulang tahunku berakhir dan memulai kehidupan baru.
Yaa.. benar saja. Saat hari itu kamu memang memberiku ucapan, namun kamu tidak memberiku sama sekali tanda ataupun kejelasan kalau kamu akan menerima ku kembali. Masih ku simpan ucapanmu di favorite twitterku, "HBD ye.. semoga bisa dapet yg lebih baik dari gua. Keep Smile :))" . Oke semenjak itu aku memutuskan mengikuti mau mu. Kamu sudah mendo'akan ku seperti itu dan sudah seharusnya aku menghargai orang-orang yang mendo'akan ku di hari bahagia ku. Banyak juga yang mendo'akan agar aku melupakanmu dan sebagai bentuk rasa menghargai mereka yang sudah memberi wish kepadaku, mulai hari itu aku meyakinkan diri bahwa aku bisa melupakanmu, melupakan kebersamaan kita, melupakan kisah 7 bulan itu, melupakan semua kesalahanku padamu yang sangat ingin ku tebus, melupakan impianku dapat bersamamu sampai ulang tahun mu kembali karena aku sangat ingin menebus hari bahagiamu yang telah aku kacaukan ditahun ini, melupakan ketawa lepasku yang hanya bisa aku dapatkan di kamu, melupakan kegilaan kita, pokoknya melupakan semuanya.
Aku tau itu semua tak mudah. Bagi orang yang sangat terikat dan menghargai masa lalau sepertiku, butuh bertahun tahun untuk melupakan kenangan 7 bulan itu. Namun yang ku lakukan adalah mencoba lupa dengan semuanya. Berhenti memperjuangkanmu sudah jelas bagi ku bahwa aku sudah siap membuka lembaran baru. Walau di sosial media yang bernama twitter aku masih sering membicarakanmu sampai detik ini, bahkan sering berfrontal, namun itu hanya bentuk manusiawi yang tidak mungkin bisa langsung melupakan.
Sejujurnya, sekarang hatiku tidak untuk siapa-siapa. Tidak untukmu apalagi orang lain. Aku memang sempat cemburu saat kamu mentionan dengan wanita yang dulu kamu sukai sebelum kamu mengenalku. Tapi aku sangat berterima kasih, karna hal itu menyadarkanku bahwa tindakanku untuk berhenti memperjuangkan mu adalah benar. Tak ada gunanya memperjuangkan orang yang memang benar-benar ingin pergi dan tak mau kembali lagi. Memang kamu sering berkata padaku "liat aja nanti" "yang namanya sayang mah pasti ada" "tetang aja kalo jodoh pasti balik lagi" kamu juga pernah bilang kalau aku itu mantan tersayang mu dan masih sempat memuji aku "cantik". Namun maaf, aku kenal kamu. Kamu sendiri yang cerita tentang masa lalu mu sebelum kamu mengenal aku. Aku sangat tidak termakan dengan sms-sms mu yang mengatakan begitu dan sangat tidak berharap hanya karna kata-katamu itu walau saat itu aku memang lagi memperjuangkanmu.
But, do you know? aku salah besar tentangmu yang memang sama sekali tidak mau kembali denganku dan tentangmu dengan wanita itu. Dua hari yang lalu aku mendapat kabar yang mengejutkan. Apa itu? ada sahabatku yang bercerita dan dia tau dari sumber terpercaya yaitu sahabat dekatmu sendiri. Dia bilang, ternyata kamu memang hanya sebatas mentionan dengan wanita yang dari dulu memang jadi masalah diantara kita itu. Tidak pernah berkomunikasi secara pribadi sama sekali. Dan ternyata kamu sengaja ingin membuatku cemburu, ya.. kamu sangat berhasil. Yang lebih ternyata lagi, kamu mau kembali denganku asal aku memohon denganmu di telfon. Yap! aku tak heran kamu berfikiran seperti itu. Benar bukan, kamu mau aku melakukan hal yang sama seperti yang dulu kamu lakukan padaku. Hahaha.. aku hanya bisa tertawa lepas saat itu.
Tapi aku jadi berfikir ulang saat sahabatku cerita kalau kamu bilang gini "biarin aja, abisnya gue disiksa mulu sama dia". "Hah? apa?" dalam hati aku bertanya sekencang-kencangnya. Segitu terlihat jahatnya kah aku dimatamu? sampai-sampai kata "siksa" lho yang kamu lontarkan. Aku jadi berfikir ingin coba memperjuangkanmu kembali. Tapi aku rasa sudah telat. Kalau aku tau tentang ini 2 minggu yang lalu, mungkin aku akan langsung menelfonmu dan berjuang mati-matian untuk mendapatkanmu kembali. Namun sekarang sudah beda. Aku sudah mulai menikmati masa-masa sendiriku. Aku sudah mulai menikmati hidupku yang sekarang. Aku mulai bisa tanpamu. Aku bisa sedikit-sedikit berhenti menjadi stalkermu. Dan kalaupun aku bisa membuatmu kembali lagi padaku, aku tak yakin aku bisa berubah. Aku takut kembalinya kita malah tambah memperkeruh suasana dan tambah membuatmu benci kepadaku.
Jadi aku biarkan saja keadaan ini. Yang penting aku tau, kalau kamu juga belum benar-benar melupakanku. Kamu hanya lelah dan muak dengan sikapku. Malah bisa jadi waktu itu hanyalah bentuk emosi dan ketidak terimaanmu dengan perlakuanku. Aku sangat tau dirimu, bahkan aku menjadi termakan alur sikapmu. Aku tau kamu orang yang sangat tinggi gengsinya dan sangat amat besar rasa ingin bebasnya. Tapi asal kamu tau, aku begini bukan karna kemauanku, aku begini karna aku terbawa alurmu. Aku hanya mengikuti kegengsian dan keinginan bebasmu. Memang bukan kamu yang selalu salah disini, tapi kamu juga tidak bisa menyalahi ku sepenuhnya.
Menurutmu aku sangat egois ya? aku selalu ingin kamu ada untukku. Mau tau kenapa begitu? Bukan aku yang selalu mau kamu ada untukku. Tapi memang kamu sangat jarang ada untukku. Kenapa sih hampir setiap hari gitu aku ngajakin kamu main atau jalan atau temenin aku kemana gitu. Disitu aku hanya berusaha mencari waktu kapan kamu bisa ada denganku tanpa tuntutan karna kita sekelas ataupun tanpa ada teman-temanmu. Aku tau kalau aku tidak mengajakmu sampai kapan juga kamu tidak akan menawariku waktumu. Coba kalau sekali aku meminta waktumu lalu kamu ada, tidak mungkin keesokannya aku meminta waktumu kembali. Dari 7 bulan hubungan kita, bisa dihitung dengan jari berapa kali kamu meluangkan waktu benar-benar untukku, tanpa ada teman-temanmu dan yang memang benar-benar bukan acara kelas atau sekolah.
Lalu apa lagi yang salah dari ku? oh ini.. aku suka bercanda dengan pria lain, iya? kamu tau? Aku sangat senang saat kamu cemburu. Hanya itu yang bisa meyakinkanku kalau aku benar-benar kekasihmu. Kalau kamu memang benar-benar sayang denganku. Perlakuanmu terhadapku sama dengan perlakuanmu terhadap wanita lain. Cuma disms saja yang berbeda. Apalagi dari segi waktu, akupun bingung apa yang berbeda dengan kebersamaan kita waktu masih teman dengan sudah menjadi pasangan. Di sekolah sama saja dengan sebelumnya, di luar? apalagi. Jadi tidak ada niatan sama sekali ingin main belakang. Aku hanya ingin membuktikan kepada diriku bahwa kamu memang tulus dan rasa mu pada ku tidak bisa diukur oleh waktu saja.
Jika kamu membaca ini dan berniat kembali padaku, katakanlah padaku, buang semua kegengsianmu karna jangan sampai kita sama-sama kehilangan dan menyesal.. aku masih menerimamu dan aku akan berusaha berubah dan mengertimu. Namun kamu pun harus menurunkan keegoisanmu dan lebih dewasa, menyadari kebebasan bukanlah segala-galanya.
Yap.. Posting kali ini adalah seluruh perkataan yang ingin aku ungkapkan kepada seseorang yang mungkin salah menilaiku. Jika menurut kalian lebay, dramatis, atau apapun. Silahkan komentar walau menggunakan anonim sekalipun, lebih baik daripada menjudge ku dibelakang. Dan untuk yang merasa, tak usah bertanya lagi, kejujuran ini memang untukmu. Terima kasih semua, telah membaca seluruh kejujuranku hari ini.
Komentar
Posting Komentar